Senin, 18 Juli 2011

SBY HARGA PANGAN


JAKARTA, — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta para menteri agar menjaga stabilitas harga pangan serta menjamin ketersediaan pangan di seluruh pelosok Tanah Air, terutama menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2011.

Presiden juga meminta agar kementerian terkait melakukan operasi pasar, terutama di daerah yang mengalami kenaikan harga pangan. Hal tersebut merupakan dua dari enam instruksi Presiden terkait pangan yang disampaikan pada rapat terbatas bidang ekonomi di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (18/7/2011).

Turut hadir pada rapat terbatas tersebut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Menteri Pertanian Suswono, dan lainnya.

Instruksi lainnya, sebagaimana disampaikan Hatta, adalah menyalurkan beras untuk masyarakat miskin secara tepat waktu dan tepat sasaran. "Keempat, jaga dan tingkatkan produksi dan produktivitas pangan sesuai dengan rencana. Laksanakan seluruh instrumen dan kebijakan yang telah dikeluarkan dalam rangka meningkatkan produksi tersebut," kata Hatta.

Dana peningkatan produksi beras nasional yang telah disediakan pemerintah mencapai Rp 1,4 triliun, sementara itu dana stabilisasi pangan yang ada mencapai Rp 2 triliun.

Instruksi kelima, Presiden meminta kementerian terkait menjaga dan memberikan perlindungan harga jual gabah petani. Tak lupa, Presiden juga meminta pemberian bantuan pupuk dan penih kepada petani. "Instuksi keenam, Presiden meminta agar stok cadangan Bulog dijaga, terutama mengantisipasi adanya iklim ekstrem," kata Hatta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar